Saraf Terjepit Adalah Kondisi Medis, Harus Segera Diatasi

30Sep, 2019

Saraf terjepit adalah kondisi kesehatan yang menyerang bagian saraf pada tubuh manuisa, dan umumnya saraf terjepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP) terjadi pada punggung bawah dan leher.

Komplikasi HNP yang dapat terjadi adalah sindrom cauda equina. Gejalanya berupa kelemahan pada kedua tungkai, tidak dapat merasakan sentuhan, dan tidak bisa menahan atau mengontrol buang air.

Gejala Saraf Terjepit Adalah

Saraf terjepit atau HNP paling sering terjadi di punggung bawah dan leher. Berikut ini adalah gejala-gejala HNP yang sering muncul pada pasien, diantaranya:

  1. Nyeri. Jika HNP terjadi di punggung bawah, maka akan muncul gejala nyeri punggung yang bisa menjalar ke bokong sampai paha, betis, dan kaki. Nyeri biasanya bertambah jika batuk, bersin, atau berubah posisi.
  2. Kesemutan. Penderita HNP biasanya mengeluh kesemutan di bagian tubuh yang terkena. Akibatnya, penderita HNP semakin lama akan merasa kesulitan dalam mengangkat beban atau bahkan menggenggam.

Penyebab Saraf Terjepit Adalah

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan saraf terjepit atau HNP, di antaranya:

  • Faktor usia. Semakin bertambah usia, diskus vertebra (penghubung antara tulang) menjadi tidak fleksibel dan mudah robek.
  • Faktor genetik.
  • Cedera pada tulang belakang. Sering melakukan aktivitas yang memberatkan tulang belakang, misalnya mengangkat beban berat.
  • Berat badan berlebih. Hal ini menyebabkan beban tulang belakang bertambah.

Diagnosis Saraf Terjepit

Menurut Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, dari Klinik Lamina, saraf terjepit atau HNP dapat dideteksi melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik yang adalah menilai refleks, kekuatan otot (motorik), kemampuan berjalan, dan fungsi sensorik. Untuk menunjang analysis, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan radiologi, berupa:

  1. Sinar X. Tidak dapat mendeteksi adanya HNP, tetapi dapat menyingkirkan kemungkinan lain penyebab nyeri tulang belakang–seperti infeksi, kelainan bentuk atau kerusakan tulang belakang, dan posisi tulang belakang.
  2. CT scan. Dapat menilai kondisi tulang belakang dari berbagai arah serta menilai struktur tulang jaringan lunak.
  3. MRI (magnetic resonance imaging). Merupakan pemeriksaan penunjang yang paling baik dalam mendeteksi HNP dan menilai bagian saraf mana yang terkena.
  4. Myelogram. Dilakukan dengan menyuntikkan kontras (bahan untuk memperjelas pemeriksaan radiografi) ke cairan spinal yang terletak di tulang belakang, kemudian akan dilakukan pemeriksaan X-ray. Tes ini dapat menunjukkan tekanan pada tulang belakang atau saraf akibat HNP atau penyebab lainnya.

Pengobatan Saraf Terjepit

Pengobatan untuk saraf terjepit atau HNP dibagi menjadi tiga, seperti:

  1. Obat-obatan. Obat antinyeri: jika derajat nyeri masih ringan, Anda dapat membeli obat antinyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen. Opioid: jika derajat nyeri berat, dokter biasanya akan memberikan obat antinyeri golongan opioid. Efek samping yang dapat muncul berupa mual, muntah, dan konstipasi. Obat ini hanya bisa dibeli dengan resep dokter dan harus di bawah pengawasan dokter. Pereda nyeri saraf: obat ini merupakan obat kedua yang rutin diberikan untuk penderita HNP setelah antinyeri. Contohnya amitriptilin dan gabapentin. Muscle relaxant: obat ini diberikan untuk mengurangi ketegangan atau kaku otot. Suntik steroid: obat ini disuntikkan pada bagian saraf yang terkena sebagai obat antiradang.
  2. Fisioterapi. Beberapa jenis terapi yang dapat dilakukan, yaitu: Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS). Menggunakan energi listrik untuk merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit untuk menghilangkan nyeri. Traksi, menggunakan benda dengan berat tertentu untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot. Penggunaan korset atau brace.
  3. Operasi. Tindakan operasi dilakukan untuk mengurangi penekanan pada saraf. Indikasinya berupa: Tidak ada perubahan setelah 6 minggu pemberian terapi obat dan fisioterapi. Muncul gejala berupa kelemahan bagian tubuh tertentu, gangguan sensorik, kesulitan bergerak, tidak bisa mengontrol buang air kecil atau buang air besar.

Penanganan HNP yang dapat dilakukan di rumah

  1. Istirahat. Tidur di lantai atau di atas kasur yang berlapis papan di bawahnya supaya kasur tidak melengkung. Jika tetap ingin tidur di atas kasur, tambahkan bantal di bawah kepala dan di bawah lutut, atau tidur dengan posisi miring. Jangan tidur dengan posisi yang sama dalam waktu yang lama.
  2. Minum obat antinyeri. Jangan menunggu sampai nyeri bertambah berat.
  3. Kompres hangat atau dingin selama 15-20 menit setiap 2-3 jam.

Pencegahan Saraf Terjepit

Untuk menghindarkan diri dari HNP, Anda dapat mengusahakan hal-hal sebagai berikut:

  • Menjaga berat badan agar tetap perfect.
  • Olahraga teratur. Jenis olahraga yang dapat dilakukan adalah yang memperkuat otot punggung.
  • Tidak merokok.
  • Memperhatikan posisi tubuh saat duduk, bergerak, atau mengangkat beban.