Nyeri Tumit, ini Yang Harus Anda Lakukan di Rumah

29Mei, 2019

Nyeri tumit atau dalam istilah medis disebut Plantar fasciitis adalah kondisi yang paling umum dirawat oleh penyedia layanan kesehatan. Telah diperkirakan bahwa plantar fasciitis terjadi pada sekitar 2 juta orang Amerika setiap tahun. Dan mempengaruhi sebanyak 10% dari populasi selama seumur hidup. Plantar fasciitis adalah peradangan dari fibrous band of tissue (fascia) yang menghubungkan tulang tumit ke dasar jari-jari kaki.

Nyeri Tumit

Plantar fasciitis sebuah cedera berulang pada medial arch dan tumit, adalah salah satu penyebab paling umum dari kaki yang sakit. Fungsi dari plantar fascia ada dua, yaitu statis menstabilkan panjang lengkungan medial longitudinal arch. Dinamis memulihkan lengkungan dan membantu dalasm konfigurasi ulang kaki untuk efisien ketika melangkah.

Gejala

Faktor resiko fasciitis plantar termasuk kelainan struktur, kelebihan berat badan, berkaitan dengan perubahan usia degeneratif.  Pekerjaan atau kegiatan yang membutuhkan berdiri terlalu lama dan ambulation. Dalam kasus berat dari plantar fasciitis bagaimanapun perawatan bedah mungkin diperlukan. Dengan tujuan mengembalikan pasien ke aktivitas normal sehari-hari atau olahraga.

Kapan Mesti ke Dokter

Pasien dengan nyeri tumit dapat mengatasi rasa nyeri yang dialaminya dengan melakukan perawatan di rumah. Perawatan yang dimaksud dapat dilakukan dengan mengistirahatkan kaki. Ditambah juga dengan konsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol. Saat nyeri tetap ada, penanganan lebih lanjut oleh dokter mungkin diperlukan. Terutama ketika :

  1. Nyeri bertambah berat
  2. Nyeri tumit bertambah parah dari waktu ke waktu dan terjadi tiba-tiba
  3. Nyeri tumit tidak kunjung sembuh setelah ditangani selama 2 sampai 3 minggu
  4. Tumit menjadi kemerahan disertai bengkak
  5. Kesulitan berjalan karena rasa nyeri pada tumit yang teramat sangat

Diagnosis Nyeri Tumit

Pada diagnosis awalnya, dokter mungkin menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik guna melihat kondisi kaki atau tumit Anda. Pasien tidak menutup kemungkinan diminta untuk berjalan atau berdiri, sehingga dokter dapat mengetahui lokasi dan penyebab nyeri. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan kondisi kaki pasien, terutama saat menggunakan sepatu.

Untuk memastikan diagnosa, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan lanjutan dimaksud umumnya dilakukan dengan pemindaian, misalnya foto Rongten. Pemeriksaan foto rongten dilakukan untuk melihat kondisi tumit pasien. Tujuannya agar supaya dokter dapat menentukan terapi yang tepat.

Terapi Nyeri Tumit

Saat tumit terasa sakit, pasien dapat melakukan perawatan mandiri di rumah. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan, diantaranya :

  • Mengistirahatkan kaki dengan angkat tumit ke posisi yang lebih tinggi dari dada saat berbaring.
  • Melakukan kompres dingin pada tumit selama 10-15 menit, paling tidak sebanyak dua kali dalam sehari.
  • Menggunakan sepatu yang tidak sempit, nyaman, dan memiliki hak yang rendah. Supaya lebih nyaman, dapat juga digunakan bantalan tumit dalam sepatu.
  • Tidak disarankan berjalan atau berdiri terlalu lama. Istirahatkan kaki setelah berjalan atau berdiri pada waktu yang lama.
  • Bungkus area sekitar tumit dan pergelangan kaki menggunakan perban, untuk menyangga tumit atau pergelangan kaki yang mengalami sakit.
  • Lakukan peregangan secara perlahan dan juga teratur.

2 Comments

  • Anto Februari 13, 2020 @ 11:39 pm

    Oke makasih infonya…

  • Lisalip Mei 30, 2020 @ 5:43 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.