Hidrosefalus, Jenis, Pemicu dan Pengobatannya

hidrosefalus
27Des, 2018

Hidrosefalus umum terjadi pada usia dewasa dan bayi. Para ilmuwan mencatat bahwa 2 dari 1000 bayi terlahir dengan kondisi penyakit jenis ini. Hidrosefalus adalah penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel. yang mengakibatkan ventrikel-ventrikel di dalamnya membesar dan menekan organ tersebut. Cairan ini akan terus bertambah sehingga ventrikel di dalam otak membesar dan menekan struktur dan jaringan otak di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak. Penyakit ini dapat diderita oleh segala usia, namun kasus ini sebagian besar terjadi pada bayi dan lansia.

hidrosefalus

 

Klasifikasi Hidrosefalus

Berdasarkan gejalanya, penyakit jenis dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Hidrosefalus kongenital atau bawaan. Kondisi ini terjadi sejak bayi baru dilahirkan. Bayi yang mengalami hidrosefalus bawaan, kepalanya akan terlihat sangat besar. Ubun-ubun atau fontanel mereka akan tampak menggelembung dan menegang. Dikarenakan kulit kepala bayi masih tipis, maka penggelembungan tersebut membuat urat-urat kepala menjadi terlihat dengan jelas. Bayi-bayi dengan penyakit jenis ini, memiliki mata yang terlihat seperti memandang ke bawah dan otot-otot kaki terlihat kaku, serta rentan mengalami kejang.
  2. Hidrosefalus yang didapat atau acquired. Kondisi ini diderita oleh anak-anak dan orang dewasa. Selain penderita akan mengalami mual dan nyeri leher, nyeri kepala juga akan muncul. Nyeri kepala ini biasanya sangat terasa di pagi hari, setelah bangun tidur. Gejala lain dari hidrosefalus tipe ini adalah mengantuk, penglihatan buram, bingung, sulit menahan kemih atau menahan buang air besar, dan sulit berjalan. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan koma, bahkan kematian.
  3. Hidrosefalus dengan tekanan normal. Kondisi ini umumnya dialami oleh lansia (di atas 60 tahun). Penderita akan kesulitan menggerakkan kaki, sehingga beberapa dari mereka terpaksa menyeret kaki agar dapat berjalan. Gejala lainnya adalah kacaunya kendali kemih yang ditandai dengan sulit menahan buang air kecil atau sering merasa ingin buang air kecil. Selain fisik, hidrosefalus tekanan normal juga berdampak kepada kemampuan berpikir penderita. Mereka akan sulit mencerna informasi dan lambat dalam menanggapi situasi atau pertanyaan.

Beberapa pemicu terjadinya hidrosefalus

  1. Buruknya mekanisme penyerapan cairan akibat radang atau cedera pada otak.
  2. Terhambatnya aliran cairan serebrospinal akibat kelainan pada sistem saraf.
  3. Infeksi janin saat masih di dalam kandungan yang menyebabkan radang pada jaringan otak janin.
  4. Perdarahan di dalam otak.
  5. Tumor otak.
  6. Cedera parah di kepala, sebelum, selama, atau setelah melahirkan
  7. Pendarahan di otak selama atau segera setelah melahirkan, terutama pada bayi yang lahir secara prematur
  8. Penyakit stroke.
  9. Infeksi sistem saraf pusat seperti meningitis, terutama pada bayi

Pengobatan Hidrosefalus

  1. Pengobatan utama hidrosefalus adalah melalui operasi. Tujuannya adalah untuk membuang kelebihan cairan serebrospinal di dalam otak. Salah satu jenis operasi yang biasanya diterapkan pada kasus hidrosefalus adalah operasi pemasangan Shunt merupakan alat khusus berbentuk selang yang dipasangkan oleh ahli bedah ke dalam kepala guna mengalirkan cairan otak ke bagian tubuh lain dan diserap oleh pembuluh darah. Bagian tubuh yang sering dipilih sebagai rute aliran cairan serebrospinal adalah rongga perut. Shunt dilengkapi dengan katup yang berfungsi untuk mengendalikan aliran cairan sehingga keberadaan serebrospinal di dalam otak tidak surut terlalu cepat.
  2. Endoscopic third ventriculostomy (ETV). Berbeda dengan operasi pemasangan shunt, pada prosedur ETV, cairan serebrospinal dibuang dengan cara menciptakan lubang penyerapan baru di permukaan otak. Prosedur ini biasanya diterapkan pada kasus hidrosefalus yang dipicu oleh penyumbatan ventrikel otak.

 

Bunda Brain and Spine menangani kasus ini dengan berkonsultasi dengan dr. Heri Aminuddin, Sp.BS (K) yang praktek pada hari Selasa dan Kamis pukul 12.00-14.00.  Untuk informasi selengkapnya silahkan menghubungi kami:

 

082119333600              (admin)

085292045009              (dr Heri Aminuddin, Sp.BS (K)

 

Partner Kami